Thursday, December 2, 2010

this IPA-IPS thingy...

Hai ini saya, ngepost lagi. Rajin kan?
Dibilangin, saya mau ngejar setoran.


Ada kejadian di sekolah beberapa hari lalu. Teman saya nggak sengaja denger obrolan anak kelas X pas dia lagi ada di dalam salah satu bilik WC.

Dia balik ke kelas dalam keadaan sewot, terus langsung nyamperin saya dan teman-teman saya yang lain, ngadu.

"Eh, eh, tau nggak...," dia mulai dengan tagline khas gosip, "si A en temen-temennya nyebelin banget..."

"Ha kenapa?"

"Tadi gue kan lagi di WC, terus gue kedengeran mereka ngomong apa..."

"Emang mereka ngomong apaan?"

"Mereka ngomongin gitu... ngata-ngatain anak IPS.
katanya, anak-anak IPS itu bego semua..."

Hening.

"...yang juara-juara di IPS juga sama aja, bego juga. Gitu, mereka bilang..."

Mengheningkan cipta.

Untuk sesaat.

Sesaat berikutnya, berondongan pembelaan terlontar.


*   *   *


Sakit hati? Nggak. Eh...dikit sih ada. Bohong kalau bilang nggak. Tapi nggak sampai kesel, benci, apalagi mendendam.

Malahan, saya malah cenderung kasian, dan geli.
Lebih ke arah geli sih sebenarnya.

Masih ada ya, orang yang pikirannya sekolot itu?
Terus saya bingung, kok bisa ya sejak awal ada muncul stigma semacam itu?
Bahwa anak IPA lebih pintar dari anak IPS?
Bahwa anak-anak IPS itu terkesan 'buangan'?

IPA dan IPS ini bagi saya cuma sekedar peminatan, dan nggak ada hubungannya sama kepintaran. Sudah jelaslah dari judulnya: Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial. Alam dan Sosial. Ini cuma masalah pembagian bidang saja. Lalu sejak kapan dan mengapa bidang eksakta dikategorikan 'lebih sulit'?

Emangnya kalian pikir nggak butuh logika buat merancang penelitian sosial?
Emangnya kalian pikir ngerancang penelitian sosial itu susahnya nggak sebanding sama kalian bikin laporan laboratorium?!
Emangnya mempelajari natur dan sifat manusia itu jauh lebih gampang dari mempelajari organ tubuh mereka?!
Emangnya......?!

Duh, jadi curhat.

Ehem.

Lalu ada lagi stigma:
anak IPA identik dengan 'hitungan', anak IPS dengan 'hafalan'
Saya nggak mempermasalahkan stigma itu, sih

Tapi ada yang aneh.
Kalau anak kelas X mau milih penjurusan IPS, karena dia emang minatnya masuk IPS dan kebetulan nilai IPAnya nggak terlalu bagus, nanti pasti muncul omongan,
"Oooo dia nggak sanggup masuk IPA, hitungannya bego."

Sedangkan, kalau ada anak yang milih penjurusan IPA, karena dia emang minatnya masuk IPA dan kebetulan nilai IPSnya kurang bagus, nggak ada tuh yang notice nilai IPS dia yang jelek itu.
Nggak ada tuh yang ngomong, "Oooh dia nggak sanggup masuk IPS, wajar aja pilih IPA."

Eh nggak ya, saya bukannya ngiri! Tapi aneh aja nggak sih? Dari situ aja udah keliatan betapa nggak seimbangnya pandangan orang tentang dua jurusan itu.

Terus, yang paling anehnya lagi...
Anak yang milih penjurusan IPS karena emang minatnya IPS, tapi nilai IPAnya juga bagus, bakal 'dipaksa' masuk IPA.

"Kamu mestinya bersyukur, jangan sia-siain... Sayang loh, temen-temen kamu banyak yg mau masuk IPA tapi nggak cukup nilainya."

Eh ya apa hubungannya? Namanya juga peminatan... Kalau anak itu emang nggak berminat, masa mau dipaksa?

Saya nggak tau sih kalau di sekolah lain. Tapi itulah yang saya lihat di sekolah saya, mereka 'dihasut' untuk masuk IPA.

Maaf terlalu banyak kalimat tanya di postingan kali ini... tapi saya dalam hal ini sedang bingung, benar-benar bingung. Asal muasal munculnya cap untuk IPA-IPS ini darimana? Masalahnya, nggak ada orang yang benar-benar menjalani kedua-duanya (IPA dan IPS) sehingga cukup objektif untuk membandingkan. Kalau bisa, saya mau deh. Tapi masalahnya waktu naik ke kelas XI, disuruh milih, sih...

Sekian jeritan kebingungan saya.
Tidak bermaksud mengkritik,
apalagi sok-sok mendidik,
sukur-sukur bisa menggelitik.





4 comments:

  1. setuju banget Viren. Kalo kamu pernah baca postingan blog aku pas mau mudik, pas aku baru naik kelas XI dan IPS, tante aku yang super kolot bangga2in parah anaknya masuk IPA terus bilang kalo anak IPA lebih pinter dari IPS eerrrgh IIIIH plis deh ya dikira rani bego apa ya. terus temen rani ada yang IPA juga gr2 org tuanya ngg mau dia masuk IPS. Aaaah ini old issue yang buka luka lama banget parah. paling kesel kalo abis jawab jurusan apa kayak ditanggepin "Oh, IPS..." (wajah poker tapi aura agak remeh gitu) iiii sebeeel

    ReplyDelete
  2. pernah baca kok ran :) iya tuh orangtua banyakan pada gitu ya, mengelu2kan IPA banget. dulu juga ada sodara milih masuk IPS gitu langsung dingomongin satu keluarga ampun deh -,-
    seolah2 masuk IPS pasti suram gt masa depannya,
    pdhl belom liat aja mereka B-)

    ReplyDelete
  3. SUPER SETUJU!
    ilmu sosial sama ilmu alam itu ngga bisa dibandingkan dan dua2nya dibutuhkan! :D

    *jadi teringat pak Okha, ngeselin*

    ReplyDelete
  4. ah dia... dia sih super loh, terang2an jelek2in anak IPS *masih sakit hati* nggak jelas poinnya apa

    ReplyDelete