Saturday, November 20, 2010

A Penny for My Thoughts About Religion


tiberiunedelea.deviantart.com


Gue hampir 100% yakin,
kebanyakan orang nggak mikir dua kali tentang kotbah atau ceramah yang mereka denger dari pemuka-pemuka agama. Entah itu pendeta, pastur, ustad, kyai, biksu, dan sebagainya. Kesannya, semua yang dilakukan pemuka agama itu pasti bener. Maka kita cenderung percaya omongan mereka bulet-bulet.

Nyatanya, apa yang dikatakan pemuka agama bisa keliru, kalo nggak mau dibilang sesat.

Sebelumnya, gue nggak bermaksud memojokkan agama mana pun dalam tulisan ini.



*   *   *


Beberapa waktu lalu, gue ngedengerin kotbah pada sebuah kebaktian di sekolah gue (sekolah Kristen).

Pembicara (pendeta) ini sebelumnya pernah diundang ke sekolah gue buat bawain kotbah dengan tema multimedia. Waktu itu aja, gue udah ngerasa beberapa poin dari yang disampaikannya nggak sesuai sama  kenyataan atau terkesan mengada-ada.

Ternyata, hari itu dia membawakan kotbah dengan tema yang sama alias multimedia lagi...
Parahnya, caranya ngebawain kotbah dan materi kotbah yang dibawain pun sama persis sama kunjungannya yang terakhir. Dia bahkan nggak ngubah tampilan slide presentasinya.

Abal abis.

Gue jengah. Banyak penjelasan dan asumsi yang pembuktiannya nggak ada dan nggak berpedoman pada Alkitab. Semuanya cuma karangan dia. Sepanjang sisa kebaktian, gue pun ogah-ogahan ngedengerin kotbahnya.

Di akhir kotbah, dia muter video tentang penderita AIDS di Thailand yang dikarantina.

Kok dari multimedia bisa tiba-tiba ngebahas AIDS?
Jangan tanya, gue juga bingung. Kotbahnya memang aneh.

Dia ngomong dengan gaya berapi-api,
“Kalian lihat, ini para penderita AIDS. Dalam waktu beberapa bulan saja mereka berubah menjadi kurus kering, kondisi fisiknya menurun drastis!

Tidak, saya bukannya menakut-nakuti kalian!! Kalian  lihat sendiri... Mereka terjangkit AIDS akibat pergaulan bebas...!

AIDS itu disebarkan melalui seks bebas bla bla bla...

Maka supaya menghindari AIDS, kalian generasi muda ini harus menjauhi seks bebas bla bla...”


Pas denger ini, gue langsung panas.

Pendeta ini mulai mirip Tifatul Sembiring (insiden Twitter).

Nggak, nggak salah bahwa virus HIV/AIDS itu bisa ditularin gara-gara aktivitas seks.

Tapi yang salah adalah ketika pendeta ini nekenin seolah-olah HIV/AIDS cuma bisa ditularin lewat seks bebas.
Padahal jalur penularan HIV/AIDS itu pada intinya adalah lewat pertukaran cairan tubuh such as cemen, blood, etc.

Cuap-cuap si pendeta ini menurut gue, sama seperti tweet tidak bertanggung jawab-nya Tifatul Sembiring, ngasih semacem stigma bahwa Penderita AIDS = Najis.
Seolah-olah, penderita HIV/AIDS itu semua orang nista yang emang pantes menderita penyakit itu karena gaya hidup mereka yang (menurut dia) nggak bener.

Gimana dengan mereka yang mengidap AIDS karena bawaan dari lahir?

Atau karena transfusi darah?

Atau jarum suntik tidak steril?

Salahkah mereka?

Para penderita AIDS terbeban oleh stigma semacam ini. Mereka dalam kesehariannya mendapat cap negatif dari orang-orang sekitar karena ‘AIDS’ seringnya dihubungkan dengan ‘seks bebas’. Dan kotbah si pendeta ini nggak membantu sama sekali.

Gue panas...
Gimana kalau... apa yang dia kotbahin ngubah persepsi seseorang tentang AIDS?
Rasanya gue pengen lari ke atas mimbar, ngerebut mic dari dia en teriak,

“Jangan dengerin ! Orang ini goblok, sesat
!”

Terlalu radikal. Bisa-bisa gue diskors.



*   *   *


Bayangin, berapa orang yang sudah terpengaruh oleh kotbah si pendeta ‘sesat’ ini?
Mungkin di tempat laen kotbahnya bukan tentang AIDS, tapi dengan pola pikir dia yang kayak gitu… rasanya sangat mungkin kotbah-kotbah dia yang lain pun sama sesatnya.

Lalu ujung-ujungnya, gue (lagi-lagi) mempertanyakan tentang agama.
Entah berapa banyak pemuka agama ‘sesat’ semacam ini.
Betapa bodohnya gue kalau gue menggantungkan kepercayaan dan iman gue atas dasar apa yang dikatakan manusia, yang sangat bisa salah (please, kejadian ini udah lebih dari cukup buat ngebuktiin argumen gue).

Gue nggak bilang semua pemuka agama itu pasti salah. Tapi, secara yang namanya agama itu ajaran yang umurnya udah beribu-ribu tahun… Siapa yang bisa jamin kalau ajaran yang sekarang kita anut itu bener-bener pure dari Yang Maha Kuasa ?

Larangan-larangan di setiap agama… Siapa yang bisa jamin kalau larangan itu bener-bener wahyu dari yang di atas, bukannya hasil kebudayaan manusia ?

Dan lagi, kayanya setiap agama (setidaknya ini yang gue liat) diperlengkapi pemikiran bahwa mempertanyakan ajaran agama itu dosa, murtad.Inilah, yang ngebikin kita cenderung nelen bulet-bulet apa yang diomongin pemuka agama, karena kita dilarang ‘bertanya’.
Kalau emang bener ajaran itu dari Tuhan, oke. Tapi kayanya banyak oknum yang sengaja melabeli perbuatan dan omongan mereka atas nama ‘agama’, demi dianggep bener oleh massa.

Bukannya bodoh kalau sampe justru apa yang kita percaya nggak lain cuma rekayasa manusia?

Gara-gara kejadian ini, gue makin nentang ‘kemutlakan’ suatu agama. Bukannn, bukan berarti gue menentang siapapun yang stick sama agama tertentu. Itu pilihan kalian. Tapi gue nggak suka ajaran yang bilang “ajaran kita paling bener”.
Helloooo, gimana lo bisa bilang ajaran lo paling bener, kalo di dalem agama itu sendiri penyampaian ajarannya aja masih beda-beda?

Dan lagi, bukannya kita cenderung nganut satu agama karena dari kecil kita udah disosialisasiin tentang agama itu? Misalnya, karena orangtua nganut agama itu, atau lu dimasukkin ke sekolah dengan homogenitas agama tertentu.

Kalau kayak gitu... misalkan emang bener-bener ada satu agama yang ‘mutlak’ benar...
Berarti, masuk surga atau nggaknya seseorang udah ditentuin sejak dia lahir dong ?
Kejem amat…
Atau, ada 5 (atau lebih) pintu surga untuk masing-masing agama ?
Aneh ah.
Gue percaya, Tuhan lebih adil daripada itu.

Gue sendiri nggak suka label, apalagi label agama.

Meskipun tentu, banyak value bagus yang bisa diambil dari ajaran setiap agama. Banyak banget.
Pengen banget bisa mendalami setiap agama.

Menurut gue, kebenaran itu harus kita cari tau sendiri.

Dan plis, berhentilah saling mengkritik antaragama... Karena pada dasarnya ajaran kita sama.
Sama? Ya eyalahh. mana ada agama yang ngajarin umatnya buat nyolong, bikin rusuh,
atau bakar-bakar rumah ibadat agama lain? Anarkis sama umat agama lain? :)



P.S. :
- Gue nggak ikut sekte-sekte apapun. Jadi postingan ini dibuat bukan dengan maksud mendoktrin siapa-siapa, tapi murni pemikiran gue aja.

-  Gue tau ini topik sensitif. But then again...this is my very own blog. I am allowed to post anything I want! HAHA. Nggak seneng ya monggo, klik tanda silang merah di kanan atas, makasih. Thanks for reading, anyway







5 comments:

  1. Parah bener banget Ren. Kebenaran harus dicari sendiri, yeeeey!! rani juga ngerasa banget ya banyak ulama-ulama pada kea apaan tau khotbahnya. Nggak semuanya sih, tapi plis, liat aja tuh infrastruktur yang rusak sam bom-bom gara-gara 'atas nama Allah' hiiiii bete baaangeet sama yang kea gituu :'''(

    Kalo jaman sekarang masih ngomongin SARA, masih nggak ngehargain agama orang, haaa kampungan banget deh nggak dewasa. Jaman milenium masih pake otak abad 18? Haduuh.

    Bagus Viren! Keep writing :)

    ReplyDelete
  2. Sama kayak sepupu gue ren, kolot dan selalu mendamba-dambakan agamanya. Bilang kalo Kristen dia di Tiberias Kristen paling bener. So what gitu loh, orangnya aja udah kayak dicuci otak gitu bisa ngomong tanpa pendirian :))

    ReplyDelete
  3. @rani: iyaaa rann yg mengatasnamakan agama itu nyebelin banget deh. ujung2nya kan jadi bikin sentimen negatif ke agama itu, pdhl bener salahnya agama gabisa dinilai dari umatnya juga, apalagi kalo umatnya fanatik buta.

    makasih ya ran :D

    ReplyDelete
  4. @darwin: hahaha prihatin loh gw win sama orang2 ky gitu. aneh ya, yg dipromosiin kok malah gerejanya, padahal sama2 Kristen juga. tapi sekarang antar gereja malah ky pada berebut umat

    ReplyDelete
  5. Halo saya abis blogwalking haha dan nemu tulisan ini. Dan iyaa saya setuju banget sama tulisan ini, salut bgt kamu bisa nemu katakata yang menurut saya sih tepat bgt untuk gambarin apa yg kamu pikirin.

    Dan pas adegan mau lari ke mimbar rebut mic itu... kocak banget asli hahaha!

    ReplyDelete